Reuni yang menyedihkan dan general catching-up terjadi. lopakhin
dan dunyasha melaporkan perkebunan cherry selama kepergiannya di Paris dan hal
yang tidak kalah penting yaitu tentang kabar Lopakhin yang belum juga melamar
Barbara dan Madam Ranevsky yang kehilangan semua uangnya untuk membantu seorang
berandalan. Kebun cherry miliknya akan segera dijual untuk melunasi semua hutangnya.
Firs, pembantu tua yang setia, juga masih hidup.
Akhirnya Lopakhin
mempunyai ide untuk menyelamatkan rumah mereka karena dia merasa berhutang budi
kepada keluarga Madam Ranevsky dan dia dulu tumbuh disana. Lopakhin adalah anak
dari pengolah tanah (seorang petani yang bekerja di kebun). Dia mengusulkan
untuk menyewa tanah yang baru dibuka untuk membangun sebuah villa. Madam
Ranevsky dan Gayev menerima ide tersebut. Lalu setelah semua orang pergi tidur,
Trophimof, guru les almarhum Grisha (anak bungsu Madam Ranevsky yang meninggal
pada usia lima tahun), datang dan wajahnya membuat Madam Ranevsky menangis
karena teringat akan kematian anaknya.
Beberapa minggu
telah berlalu, keluarga Madam Ranevsky datang bersama Lopakhin yang masih masih
merencanakan untuk menyelamatkan kebun Cherry. Bagi Madam Ranevsky dan Gayef menjual adalah bukan sebuah pilihan
karena perkebunan cherry adalah sesuatu yang berharga dan penting baginya. Trophimof,
Anya dan Barbara datang ikut membicarakan masalah penjualan kebun Cherry, lalu
seorang pengangguran datang dengan meminum minuman keras dan bernyanyi, dia
meminta uang dan Madam Ranevsky memberinya sekeping emas, kemudian Madam
Ranevsky menyesal dan berlalu keluar.
Semua orang pergi
dan tinggallah Trophimof dan Anya sendiri. Mereka mempunyai pandangan yang
berbada, menurut Anya penjualan kebun
Cherry hanya akan menyebabkan derita orang lain karena akan ada banyak orang
yang menganggur karena penjualan kebun Cherry.
Tetapi, walau begitu mereka mempunyai hubungan yang sangat romantis.
Ada banyak
pendapat dan musyawarah antara keluarga bangsawan ini , tetapi kedatangan
Lopakhin dan Gayev dari pelelangan kebun cherry telah mengalihkan pandangan
mereka. Madam Ranevsky begitu penasaran untuk mendengar kabar apa dibawa oleh
saudaranya. Dia begitu kaget Setelah tahu kabar bahwa Lopkhin yang telah
membeli perkebunannya. Dia berkata “
Anak dari pengolah tanah yang bekerja di perkebunan sekarang yang memiki kebun
cherry” Madam Ranevsky tidak habis pikir
kenapa dia yang mengusulkan untuk menjual kebun cherry, dia juga yang membeli, apa
maksudnya? Madam Ranevsky hanyut dalam kesedihan yang mendalam.
Akhirnya, semua
orang pergi dan mengucapkan good bye pada rumah dan perkebunan dengan
cara mereka masing-masing. Trophimof dan Anya pergi untuk menyonsong kehidupan
barunya dan mereka sangat senang. Madam Ranevsky dan saudaranya Gayev bingung
dan putus asa tetapi mereka tetap bersama. Madam Ranevsky gelisah dan prihatin
tentang pembantu tuanya ‘firs’ “haruskah kira membawanya ke rumah sakit” ? Anya
langsung menjawab: “yes, dia harus diberikan perawatan” dan “apakah Lopakhin
akan menikahi Barbara”? dia menjawab: “tidak”. Akhirnya Barbara memposisikan
dirinya sebagai pembantu.
Kritik drama Cherry Orchard
Drama cherry orchard adalah salah satu drama yang berpengaruh pada
kehidupan sosial masyarakat Russia pada saat itu. Pada abad 19, Russia adalah satu-satunya
bangsa di Eropa yang masih berpegang teguh pada feodalisme. Sekitar lima puluh
persen orang-orang petani Russia yang masih terikat dengan tuan tanah sebagai
pengolah tanah. Tetapi, pada 1861, para petani telah bebas dari yang namanya
perbudakan. Hal ini menyebabkan kontroversi besar yang mengakibatkan awal dari
ekonomi perdagangan bebas, yang meruntuhkan kekuasaan orang-orang bangsawan.
Drama ini memberikan gambaran yang komplek tentang kehidupan sosial
yang terjadi pada masyarakat Russia pada saat itu yakni tentang perubahan
social yang terjadi karna adanya pernyataan pembebasan “ The Russian
Emancipation” pada 1861. Banyak fenomena-fenomena yang terjadi selama masa sulit
tersebut. Hal ini juga digambarkan digambarkan pada drama Cherry Orchard
seperti masalah ekonomi, kesenjangan social masyarakat, adanya pergeseran kelas
yang digambarkan oleh tokoh Lopakhin yang sukses dengan bisnisnya, sedangkan
dunyasha masih tetap dengan pekerjaannya yaitu menjadi pembantu keluarga
aristokrat, padahal dulunya mereka
mempunyai latar belakang social yang sama yakni sama-sama seorang pembantu.
Drama ini bisa dianalisis dengan menggunakan pendekatan teori
Marxism yang dipelopori oleh Karl Marx. Marxism adalah pandangan social politik
dan ekonomi juga metode untuk mengetahui keadaan social ekonomi masyarakat
menurut pandangan materialis tentang perkembangan sejarah, pandangan dialektika
tentang perubahan social dan adanya hubungan analisis kelas social dalam
masyarakat.




mbak.. saya sedang menempuh tugas akhir penciptaan keaktoran, di ISI Yogyakarta. mbak bisa saya sangat membuetuhkan naskah kebun cherry versi indonesia.. jika ada tolong hub saya ke email saya ya.. makasih ekanusa9@gmail.com
BalasHapusTerimakasih
BalasHapus